Featured Slider

Selasa, 28 Oktober 2014

LANDASAN TEORI

LANDASAN TEORI

A.       Jaringan Lokal Akses Tembaga (JARLOKAT)
  1. Pengertian Jaringan Lokal Akses Tembaga
Jaringan lokal akses tembaga adalah jaringan yang menghubungkan antara setral sampai dengan pelanggan dengan menggunakan kabel tembaga atau fisik.

Gambar 2.1 Konfigurasi Jarlokat Telepon Biasa




Gambar 2.2 Konfigurasi Jarlokat Telepon Speedy
Keterangan gambar 2.1 dan 2.2 :
0                    : Sentral
1                    : Main Distribution Frame (MDF)
2                    : Kabel Primer
3                    : Rumah Kabel (RK)
4                    : Kabel Sekunder
5                    : Distribution Point (DP)
6                    : Kabel Drop Wire
7                    : Kotak Terminal Batas (KTB)
8                    : Indoor Cable
9                    : Socket
10                : Pesawat Telepon
11                : Splitter
12                : Modem ADSL
13                : Personal Computer (PC)
1.          Bagian dari Jaringan Lokal Akses Tembaga :
a.Sentral
Sentral merupakan pusat kegiatan data, seperti PSB, pemblokiran sementara.
b.           Main Distribution Frame (MDF)
MDF sering juga disebut dengan Rangka Pembagi Utama (RPU). MDF adalah suatu ruangan yang berada di dekat sentral telepon yang merupakan tempat persambungan antara kabel dari sentral dengan kabel yang berada di luar sentral telepon.
1).         Fungsi MDF :
a).               Tempat penyambungan antara kabel primer dengan kabel sentral.
b).               Tempat pengetesan dan melokalisir gangguan.
c).                Tempat pemblokiran sementara / pengisolir pelanggan yang menunggak administrasi.
d).               Fleksibilitas saluran.
  
2).         Persyaratan ruangan MDF :
a).               Lokasi MDF
MDF harus berada di dekat ruang sentral, karena seperti yang disebutkan diatas, MDF adalah tempat penterminasian kabel dari sentral dengan kabel yang kearah luar. MDF biasanya terletak di bawah sentral telepon untuk STO bertingkat atau di samping sentral telepon untuk STO yang tidak bertingkat.
b).               Keadaan di ruang MDF :
1)      Ruangan harus selalu bersih.
2)      Mempunyai ventilasi yang baik.
3)      Dilengkapi Fire Alarm Protector dan Alat Pemadam.
4)      Dilengkapi tangga sorong beroda dengan tinggi yang sesuai ruangan MDF.
5)      Suhu ruangan harus selalu terjaga karena perangkat di dalamnya sangat rentan terhadap suhu tinggi. Biasanya suhu di ruangan MDF berkisar antara 16º C - 20 º C.
c. Rumah Kabel (RK)
Rumah Kabel merupakan salah satu bagian penting dalam suatu jaringan kabel telepon. Rumah Kabel menghubungkan antara kabel primer dengan kabel sekunder. Dengan kata lain, RK adalah titik terminasi antara kabel primer dan kabel sekunder / akhir dari kabel primer dan awal dari kabel sekunder. Fungsi lain Rumah Kabel :
1).         Tempat menterminasikan antara kabel primer dengan kabel sekunder.
2).         Tempat melaksanakan penjumperan antara blok terminal sisi primer dengan blok terminal sisi sekunder.
3).         Tempat melaksanakan pengetesan dalam melokalisir gangguan.
4).         Tempat membagi kabel primer menjadi beberapa kabel kecil.
5).         Fleksibilitas saluran.
d.           Distribution point (DP)
Distribution Point (DP) sering juga disebut dengan Kotak Pembagi (KP). DP adalah titik terminasi antara kabel sekunder ataupun kabel primer dengan kabel penanggal / Drop Wire (DW).
1).         Fungsi DP :
a).               Terminasi akhir kabel primer dan terminasi awal Drop Wire (DW) pada DCL atau terminasi akhir kabel sekunder dan terminasi awal DW pada DCTL.
b).               Tempat mutasi jaringan yang menuju rumah pelanggan.
c).               Tempat melokalisir gangguan.
2).        Jenis DP :
a).               DP Atas Tanah
      DP ini dipasang pada tiang telepon dan ada juga yang                
      dipasang di dinding. Umumnya DP mempunyai kapasitas 10
      pasang untuk yang kecil dan 20 pasang kabel untuk yang
      besar.
b).               DP Bawah Tanah
Umumnya DP ini dipasang pada lubang kecil di dinding yang sering disebut pit hand hole.
e.Kotak Teminal Batas (KTB)
Merupakan tempat persambungan kabel penanggal dengan kabel yang dipasang di dalam rumah pelanggan (indoor cable).. Blok terminal ini biasanya dipasang di luar dinding rumah para pelanggan.
f.             Socket
Socket merupakan terminal penghubung antara kabel indoor
      dengan utas pesawat telepon. Socket mempunyai terminal RJ-11,   
      dan terpasang pada dinding rumah, berfungsi sebagai terminal
      masuknya utas pesawat telepon.
g.Pesawat Telepon
              Sebagai alat untuk melakukan dan menerima panggilan.
h.           Personal Computer (PC)
Sebagai alat untuk melakukan pengetikan, browsing internet, dsb.
2.          Jenis-jenis Kabel Dalam Jaringan Lokal Akses Tembaga
a.            Kabel primer
Kabel primer merupakan kabel yang menghubungkan MDF suatu sentral telepon dengan RK pada daerah catu tidak langsung atau DP pada daerah catu langsung
b.           Kabel sekunder
Kabel sekunder adalah kabel yang menghubungkan RK ke DP pada daerah catu tidak langsung.

B.        Perangkat dan Peralatan di Ruang MDF
1.          Blok Terminal Vertikal
Blok terminal vertikal disebut juga Primer, dihubungkan dengan blok terminal horisontal  menggunakan jumper wire. Pada STO SPC analog maupun SPC digital blok terminal yang digunakan berkapasitas 100 pair. Blok Terminal Vertikal berfungsi sebagai :
a.            Tempat pengisoliran dan pengetesan.
b.           Menghubungkan Kabel Primer dengan kabel jumper dari EQN pada Jaringan Telepon Biasa.
c.            Menghubungkan Kabel Primer dengan kabel jumper dari Terminal Blok DSLAM yang kemudian diteruskan ke Terminal Blok Vertikal pada Jaringan Telepon Speedy.

Gambar 2.3 Blok Terminal Vertikal / Primer

2.          Blok Terminal Horisontal
Rak ini disebut juga dengan EQN, dipasang pada RPU ke arah sentral dengan kapasitas 100 pair. Cara menterminasikan sama dengan Blok Terminal Vertikal. Blok Terminal Horizontal berfungsi sebagai:
a.            Terminasi awal di MDF.
b.           Tempat penyimpanan nomor-nomor pelanggan.
c.            Menghubungkan kabel dari sentral menuju Blok Terminal Vertikal  pada Jaringan Telepon  Biasa.
d.           Menghubungkan kabel dari sentral dengan kabel jumper menuju Blok Terminal DSLAM, kemudian diteruskan ke Blok Terminal Vertikal pada Jaringan Speedy.

Gambar 2.4 Blok Terminal Horisontal / EQN
3.          Digital Subscriber Link Access Multiplex (DSLAM)
DSLAM adalah perangkat jaringan yang terletak di dekat lokasi pelanggan, yang menghubungkan sambungan pelanggan digital kepada backbone internet berkecepatan tinggi dengan menggunakan teknik multiplexing.
Ada 2 macam DSLAM, yaitu:
a.            DSLAM-IN berfungsi untuk menghubungkan antara kabel jumper dari Blok Terminal Horisontal / EQN dengan kabel yang menuju DSLAM-OUT.

Gambar 2.5 DSLAM-IN
b.           DSLAM-OUT berfungsi menghubungkan antara kabel dari DSLAM-IN dengan kabel yang menuju ke Blok Terminal Vertikal / Primer.

Gambar 2.6 DSLAM-OUT
4.          Test Phone
Digunakan untuk mengetes atau mengecek saluran yang sudah diinstal tembus atau mati.

Gambar 2.7 Test Phone

5.         Insertion Tool / Krone
Alat menyisipkan dan memotong kabel jumper saat penjumperan pada EQN, Primer, dan DSLAM.

Gambar 2.8 Insert tool / Krone



6.          Kabel Jumper
Menghubungkan EQN dengan Primer, EQN dengan DSLAM, DSLAM dengan Primer.

Gambar 2.9 Kabel Jumper biru putih dan merah putih
7.          Tang Potong dan Tang Jepit
Untuk memotong , mengupas, dan menjepit kabel.


Gambar 2.10 Tang Potong (kiri) dan Tang Jepit (kanan)

8.          Ulir
Berfungsi memutar inti kabel pada blok terminal berbentuk batang.


Gambar 2.1

Biodata

Nama saya Muhammad Rakha , 
Saya berasal dari Banjarbaru 
Riwayat pendidikan dari SDN Landasan Ulin Timur 2 kemudian lanjut ke SMPN 4 Banjarbaru dan sekarang saya bersekolah di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru kelas XII E.
Saya sekarang tinggal di Kampung Baru, Landasan Ulin
Mungkin cukup itu saja ,
Terima kasih :)

Senin, 27 Oktober 2014

PENUTUP

Hasil Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di Kantor Divisi  Access Area Malang Kota selama tiga bulan dibuat dalam laporan berdasarkan pada pengalaman, pelajaran, praktek dan data-data yang dihimpun selama PSG. Program PSG yang telah dilaksanakan memberikan manfaat yang sangat besar bagi penulis dan seluruh siswa-siswi SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru pada umumnya. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan masih terdapat banyak kekurangan, yang disebabkan karena keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki.
Pada akhir laporan PSG, penulis mencoba membuat beberapa kesimpulan dan saran-saran yang semoga dapat memberikan manfaat bagi penulis dan para pembaca.

A.        Kesimpulan
1.         Jaringan lokal akses tembaga merupakan jaringan yang terbentuk oleh berbagai unsur dan konfigurasinya yang dihubungkan dengan kabel tembaga.
2.         Pembacaan nomor pada Blok Terminal Horizontal atau EQN, Blok Terminnal Vertikal atau Primer, DSLAM-IN dan DSLAM-OUT harus teliti. Pada saat pasang baru, jika tidak teliti tentunya hasil tidak sesuai data.
3.         Pencabutan kabel telepon dan speedy juga harus teliti saat pengetesan, jika benar-benar nada sibuk maka kabel bisa langsung dicabut. Tetapi jika nomor itu aktif dan tidak sama dengan data, maka itu sudah pasang baru.
4.         Secara umum, praktek di lapangan dengan teori yang diberikan tidak selalu sama. Praktek lebih disesuikan dengan kondisi lapangan, sedangkan teori lebih ditekankan pada spesifikasi yang telah ditentukan.
5.         Bagian-bagian PT. TELKOM seperti sentral, MDF dan jaringan lokal merupakan sistem yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.
6.         PT. TELKOM berusaha menyediakan berbagai pelayanan jasa telekomunikasi dengan kualitas yang terbaik demi melayani masyarakat dengan layanan yang mudah, cepat, dan memuaskan.

B.        Saran
1.         Saran bagi PT. TELKOM
a.            Hendaknya pembimbing lebih banyak memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada siswa dan siswi yang melaksanakan PSG untuk terjun langsung dalam pekerjaan.
b.            Mutu pelayanan terhadap pelanggan harus ditingkatkan dalam rangka mendukung pembangunan nasional khususnya dalam bidang pertelekomunikasian.
c.             Perlu adanya evaluasi secara rutin antara siswa dan siswi dengan pembimbing lapangan untuk mengetahui sampai sejauh mana siswa dan siswi menguasai materi maupun praktek yang diajarkan.
d.            Lebih memperhatikan siswa dan siswi sehingga apabila siswa tidak ada kesibukan maka pembimbing dapat memberikan kesibukan yang lain bagi siswa dan siswi.
e.            Sarana dan prasarana kerja hendaknya memadai demi kelancaran proses pekerjaan.
2.         Saran untuk Sekolah
a.            Sebaiknya pihak sekolah memberikan  panduan penulisan laporan yang kompleks dan sedetil-detilnya agar mempermudah siswa dan siswi untuk menulis dan menyusun laporan. Serta memudahkan dan meringankan guru pembimbing dalam memberi kosultasi kepada murid yang dibimbing.

b.            Pelaksanaan PSG harus direncanakan lebih efektif untuk kelancarannya.