LANDASAN TEORI
A.
Jaringan
Lokal Akses Tembaga (JARLOKAT)
- Pengertian
Jaringan Lokal Akses Tembaga
Jaringan lokal akses tembaga adalah jaringan yang menghubungkan antara setral sampai
dengan pelanggan dengan menggunakan kabel tembaga atau fisik.
Gambar
2.1 Konfigurasi Jarlokat Telepon Biasa
Gambar 2.2 Konfigurasi Jarlokat Telepon
Speedy
Keterangan gambar 2.1 dan
2.2 :
0
: Sentral
1
: Main
Distribution Frame (MDF)
2
: Kabel Primer
3
: Rumah Kabel (RK)
4
: Kabel Sekunder
5
: Distribution
Point (DP)
6
: Kabel Drop Wire
7
: Kotak Terminal Batas (KTB)
8
: Indoor
Cable
9
: Socket
10
: Pesawat Telepon
11
: Splitter
12
: Modem ADSL
13
: Personal
Computer (PC)
1.
Bagian
dari Jaringan Lokal Akses
Tembaga :
a.Sentral
Sentral merupakan pusat
kegiatan data, seperti PSB, pemblokiran
sementara.
b.
Main
Distribution Frame (MDF)
MDF
sering juga disebut dengan Rangka Pembagi Utama (RPU). MDF adalah suatu ruangan
yang berada di dekat sentral telepon yang merupakan tempat persambungan antara
kabel dari sentral dengan kabel yang berada di luar sentral telepon.
1).
Fungsi MDF :
a).
Tempat
penyambungan antara kabel primer dengan kabel sentral.
b).
Tempat
pengetesan dan melokalisir gangguan.
c).
Tempat
pemblokiran sementara / pengisolir pelanggan yang menunggak administrasi.
d).
Fleksibilitas
saluran.
2).
Persyaratan ruangan MDF :
a).
Lokasi MDF
MDF
harus berada di dekat ruang sentral, karena seperti yang disebutkan diatas, MDF
adalah tempat penterminasian kabel dari sentral dengan kabel yang kearah luar.
MDF biasanya terletak di bawah
sentral telepon untuk STO bertingkat atau di samping sentral telepon untuk STO
yang tidak bertingkat.
b).
Keadaan di ruang MDF :
1)
Ruangan harus selalu bersih.
2)
Mempunyai
ventilasi yang baik.
3)
Dilengkapi
Fire Alarm Protector dan Alat Pemadam.
4)
Dilengkapi
tangga sorong beroda dengan tinggi yang sesuai ruangan MDF.
5)
Suhu ruangan harus selalu terjaga karena perangkat di
dalamnya sangat rentan terhadap suhu tinggi. Biasanya suhu di ruangan MDF
berkisar antara 16º C - 20 º C.
c. Rumah
Kabel (RK)
Rumah Kabel merupakan salah satu bagian penting dalam
suatu jaringan kabel telepon. Rumah Kabel menghubungkan antara kabel primer
dengan kabel sekunder. Dengan kata lain, RK adalah titik terminasi antara kabel
primer dan kabel sekunder / akhir dari kabel primer dan awal dari kabel
sekunder. Fungsi lain Rumah Kabel :
1).
Tempat menterminasikan antara kabel primer
dengan kabel sekunder.
2).
Tempat melaksanakan penjumperan antara blok terminal sisi primer dengan blok terminal sisi sekunder.
3).
Tempat melaksanakan pengetesan dalam melokalisir
gangguan.
4).
Tempat membagi kabel primer menjadi beberapa
kabel kecil.
5).
Fleksibilitas
saluran.
d.
Distribution
point (DP)
Distribution Point (DP) sering juga
disebut dengan Kotak Pembagi (KP). DP adalah titik terminasi antara kabel
sekunder ataupun kabel primer dengan kabel penanggal / Drop Wire (DW).
1).
Fungsi DP :
a).
Terminasi akhir
kabel primer dan terminasi awal Drop Wire
(DW) pada DCL atau terminasi akhir kabel sekunder dan terminasi awal DW pada
DCTL.
b).
Tempat mutasi jaringan yang menuju rumah pelanggan.
c).
Tempat melokalisir gangguan.
2).
Jenis DP :
a).
DP Atas Tanah
DP ini dipasang pada tiang telepon dan ada juga yang
dipasang di dinding. Umumnya DP mempunyai kapasitas 10
pasang untuk yang kecil dan 20 pasang kabel untuk yang
besar.
b).
DP
Bawah Tanah
Umumnya DP ini dipasang pada lubang
kecil di dinding yang sering disebut pit hand hole.
e.Kotak
Teminal Batas (KTB)
Merupakan
tempat persambungan kabel penanggal dengan kabel yang dipasang di dalam rumah
pelanggan (indoor cable).. Blok terminal ini biasanya dipasang
di luar dinding rumah para pelanggan.
f.
Socket
Socket
merupakan terminal penghubung antara kabel indoor
dengan
utas pesawat telepon. Socket mempunyai terminal RJ-11,
dan
terpasang pada dinding rumah, berfungsi sebagai terminal
masuknya
utas pesawat telepon.
g.Pesawat Telepon
Sebagai alat untuk melakukan dan menerima panggilan.
h.
Personal
Computer (PC)
Sebagai alat untuk melakukan pengetikan, browsing
internet, dsb.
2.
Jenis-jenis Kabel Dalam Jaringan Lokal Akses Tembaga
a.
Kabel primer
Kabel
primer merupakan kabel yang menghubungkan MDF suatu sentral telepon dengan RK pada daerah catu tidak langsung
atau DP pada daerah catu
langsung
b.
Kabel sekunder
Kabel
sekunder adalah kabel yang menghubungkan RK ke DP pada daerah catu tidak
langsung.
B.
Perangkat dan
Peralatan di Ruang MDF
1.
Blok
Terminal Vertikal
Blok terminal vertikal disebut juga Primer,
dihubungkan dengan blok terminal
horisontal menggunakan
jumper wire. Pada STO SPC analog
maupun SPC digital blok terminal yang digunakan
berkapasitas 100 pair. Blok Terminal Vertikal berfungsi
sebagai :
a.
Tempat
pengisoliran dan pengetesan.
b.
Menghubungkan Kabel Primer dengan kabel jumper dari EQN pada Jaringan Telepon Biasa.
c.
Menghubungkan Kabel Primer dengan
kabel jumper dari Terminal Blok DSLAM
yang kemudian diteruskan ke Terminal Blok Vertikal pada Jaringan Telepon
Speedy.
Gambar 2.3 Blok Terminal Vertikal / Primer
2.
Blok
Terminal Horisontal
Rak
ini disebut juga dengan EQN,
dipasang pada RPU ke arah sentral dengan kapasitas 100 pair. Cara menterminasikan sama dengan Blok
Terminal Vertikal. Blok Terminal Horizontal berfungsi sebagai:
a.
Terminasi
awal di MDF.
b.
Tempat
penyimpanan nomor-nomor pelanggan.
c.
Menghubungkan
kabel dari sentral menuju Blok Terminal Vertikal pada Jaringan Telepon Biasa.
d.
Menghubungkan
kabel dari sentral dengan kabel jumper menuju Blok Terminal DSLAM, kemudian
diteruskan ke Blok Terminal Vertikal pada Jaringan Speedy.
Gambar 2.4 Blok Terminal Horisontal / EQN
3.
Digital Subscriber Link Access Multiplex
(DSLAM)
DSLAM adalah perangkat jaringan yang
terletak di dekat lokasi pelanggan, yang menghubungkan sambungan pelanggan
digital kepada backbone internet
berkecepatan tinggi dengan menggunakan teknik multiplexing.
Ada 2 macam DSLAM,
yaitu:
a.
DSLAM-IN berfungsi untuk menghubungkan antara kabel jumper
dari Blok Terminal Horisontal / EQN dengan
kabel yang menuju DSLAM-OUT.
Gambar
2.5 DSLAM-IN
b.
DSLAM-OUT berfungsi menghubungkan antara kabel dari DSLAM-IN dengan kabel yang menuju ke
Blok Terminal Vertikal / Primer.
Gambar
2.6 DSLAM-OUT
4.
Test Phone
Digunakan untuk mengetes atau
mengecek saluran yang sudah diinstal tembus atau mati.
Gambar 2.7 Test Phone
5.
Insertion Tool / Krone
Alat
menyisipkan dan memotong kabel jumper saat penjumperan pada EQN, Primer, dan DSLAM.
Gambar 2.8 Insert tool / Krone
6.
Kabel
Jumper
Menghubungkan EQN dengan Primer, EQN dengan DSLAM,
DSLAM dengan Primer.
Gambar 2.9 Kabel Jumper biru putih dan merah putih
7.
Tang
Potong dan Tang Jepit
Untuk memotong , mengupas, dan
menjepit kabel.
Gambar 2.10
Tang Potong (kiri) dan Tang Jepit (kanan)
8.
Ulir
Berfungsi memutar inti kabel pada blok terminal
berbentuk batang.
Gambar
2.1


















0 komentar:
Posting Komentar